Tampilkan postingan dengan label Jendela sastra lama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jendela sastra lama. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

SERAT WEDHATAMA tembang SINOM

..... Lanjutan 1

Sinoman
Setelah Isi pertama berisi tembang Pangkur, penulias mencoba mengartikan isi kedua dalam tembang Sinom. Tembang sinom dalam orang jawa termasuk tembang mocopat yang di peruntukan untuk anak muda yah dari kata sinoman yang berarti perkumpulan anak muda untuk membantu orang punya hajat. Pendapat lain menyatakan bahwa Sinom ada kaitannya dengan upacara-upacara bagi anak-anak muada zaman dahulu. Dalam Serat Purwaukara, Sinom diberi arti seskaring rambut yang berarti anak rambut. Selain itu, Sinom juga diartikan daun muda sehingga kadang-kadang diberi isyarat dengan lukisan daun muda. Jadi kalau artinya secara singkat Sinom adalah Ateges kanoman, minangka kalodhangan sing paling wigati kanggoné wong anom supaya bisa ngangsu kawruh sak akèh-akèhé.


Heee  di lanjut ke tulisan awal berikut Wedhatama yang berisi Sinoman tersebut :

1. Nulada laku utama
Tumrape wong Tanah jawi,
Wong agung ing Ngeksiganda,
Panembahan Senopati,
Kepati amarsudi,
Sudane hawa lan nepsu,
Pinepsu tapa brata,
Tanapi ing siyang ratri,
Amamangun karyenak tyasing sesama.

Kamis, 03 November 2011

SERAT WEDHATAMA




1. Pembuka

Lama sudah tak buka blog yang baru seumur jagung, tidak ada yang pernah baru pastinya lom ada penggemar hehe apalagi di baca orang, yang punya saja nulisnya males-malesan hehe, nggak nyangka buka-buka buku lama muncul ide ingin nulis karya sastra luma yang mungkin berguna buat sendiri maupun yang follower nantinya, salah satunya tentang serat ini yang mungkin pintu pembuka rahasia spiritual Raja-Raja Mataram & Nasehat Buat yang Bisa menjalaninya

Serat Wedhatama (asal kata dalam bahasa Jawa; Wredhatama) merupakan salah satu karya agung pujangga sekaligus seniman besar pencipta berbagai macam seni tari (beksa) dan tembang. Wayang orang, wayang madya, pencipta jas Langendriyan (sering digunakan sebagai pakaian pengantin adat Jawa/Solo). Beliau adalah enterpreneur sejati yang sangat sukses memakmurkan rakyat pada masanya dengan membangun pabrik bungkil, pabrik gula Tasikmadu dan Colomadu di Jateng (1861-1863) dengan melibatkan masyarakat, serta perkebunan kopi, kina, pala, dan kayu jati di Jatim dan Jateng. Masih banyak lagi, termasuk merintis pembangunan Stasiun Balapan di kota Solo.