Kakek Yang Pintar
Seorang kakek pensiun lalu membeli
tanah luas. Di tanah itu ada kebun dan sebuah kolam amat luas, lengkap dengan
meja kursi, ayunan dan permainan lain-lain.
Kolam dibuat sedemikian rupa sehingga berbentuk indah dan cocok untuk berenang.
Suatu hari kakek ingin melihat-lihat kolamnya yang sudah lama tidak dikunjungi.
Ia juga membawa ember besar untuk memetik buah-buahan di kebunnya.
Tapi ketika tiba dekat di kolam, ia mendengar suara tawa dan jeritan beberapa
perempuan.
Begitu dekat, ia melihat beberapa gadis cantik dan seksi sedang berenang di
kolamnya. Lalu kakek mendekat sambil "ehem ehem" supaya kehadirannya
diketahui mereka.
Gadis-gadis itu kaget lalu merendam dalam-dalam di air sambil berteriak,
"Kami tak berani keluar sebelum kakek pergi".
Jawab si kakek, "Waaah, aku ke sini bukan mau nonton kalian berenang
telanjang atau menyuruh kalian keluar dari kolam."
"Aku ke sini mau ngasih makan buaya."
Kolam dibuat sedemikian rupa sehingga berbentuk indah dan cocok untuk berenang.
Suatu hari kakek ingin melihat-lihat kolamnya yang sudah lama tidak dikunjungi.
Ia juga membawa ember besar untuk memetik buah-buahan di kebunnya.
Tapi ketika tiba dekat di kolam, ia mendengar suara tawa dan jeritan beberapa perempuan.
Begitu dekat, ia melihat beberapa gadis cantik dan seksi sedang berenang di kolamnya. Lalu kakek mendekat sambil "ehem ehem" supaya kehadirannya diketahui mereka.
Gadis-gadis itu kaget lalu merendam dalam-dalam di air sambil berteriak, "Kami tak berani keluar sebelum kakek pergi".
Jawab si kakek, "Waaah, aku ke sini bukan mau nonton kalian berenang telanjang atau menyuruh kalian keluar dari kolam."
"Aku ke sini mau ngasih makan buaya."